Total Tayangan Halaman

Kamis, 02 Maret 2023

Selamat Datang di Beranda Badan Warisan Soematra

Peta Pulau Sumatra
Soematra, Suvarna-dvipa - tanah emas, memiliki berbagai jejak peninggalan tertua dari pengaruh India, Persia, Arab dan Cina. Di kawasan kepurbakalaan Padang Lawas banyak ditemukan bangunan candi. Masyarakat lokal menyebutnya sebagai biara (o). Kawasan ini pertama kali ditemukan oleh Frans Wilhelm Junghuhn pada tahun 1846. Di daerah aliran sungai Barumun dan Pane ini diperkirakan ada 20 situs peninggalan penganut Buddha Tantrayana.

Garis khatulistiwa membelah Sumatra hampir sama besarnya. Di bagian selatan Selat Sunda memisahkan Sumatra dengan Pulau Jawa. Selat Malaka memisahkan Sumatra dengan Semenanjung Malaya. Bagian barat Sumatra terhampar di Lautan Hindia. Marco Polo dari Venesia pernah singgah di Sumatra sekitar 1920-an dan menyebutnya sebagai Java Minor

Yayasan Badan Warisan Soematra (BWS) berdiri pada 16 Mei 2012, dengan Akte Notaris Yunasril, SH, MKn; No.99, tanggal 16 Mei 2012, dan disyahkan dengan Keputusan Menteri/Kementerian Hukum dan HAM RI No. AHU-7691.AH.01.04, tahun 2012. Perubahan pengurus serta pengawas (2017-2022) terdaftar di kementerian yang sama dengan Daftar Yayasan No. AHU-0019876.AH.01.12.Tahun 2018, Tanggal 18 Oktober 2018. Alamat kami: Jl. Menteng VII, Perumahan Menteng Indah Blok B1/31 Medan 20228, Telf. 061-7860787, e-mail: wsoematra@gmail.com atau bwsumatra@gmail.com 

Kawasan Kepurbakalaan, Padang Lawas
Sumatra Utara

Saat ini BWS mengelola tiga Pusat Informasi dan Dokumentasi yaitu:

-    Pusat Informasi dan Dokumentasi Medan Deli, Fadmin P. Malau; 
- Pusat Informasi dan Dokumentasi Perbukuan Sumatra, Koko Hendri Lubis; 
- Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing, M. Syukri Nasution. 

BWS juga mengelola dua museum, yaitu:
1. Perpustakaan dan Museum Kebudayaan Mandailing di Saba Garabak, Ds. Hutapungkut Jae, Kotanopan, Mandailing-Natal yang telah berdiri sejak 2010; 

2. Museum Warisan di Harris Memorial Training Center, Ds. Jaharun B, Galang, Deli Serdang, pada 22 September 2020, untuk memperkuat dokumentasi dan informasi tentang Medan, Deli dan Serdang, Perbukuan di Medan dan Sumatra, dan Mandailing.   

Minggu, 31 Januari 2021

LOMBA CERPEN Firma HARRIS, 2021


    
Berdasarkan pengalaman tahun lalu,
Badan Warisan Soematra (BWS) dan Firma Harris, kembali menggelar lomba cerpen untuk kedua kalinya. Namun kali ini, pesertanya khusus hanya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Sumatra Utara.
    


Minggu, 25 Oktober 2020

Pusat Informasi dan Dokumentasi Perbukuan (PID-P)

Penerbitan buku Lapangan Merdeka, Doeloe dan Kini
Di akhir tahun 2019, bekerjasama dengan Penerbit Pustaka Widiasarana dan Fa Harris, BWS menerbitkan buku "Lapangan Mer(d)eka, Doeloe dan Kini" (ISBN:978-623-7160-46-5). Buku ini adalah hasil penelusuran dokumentasi yang tersedia di BWS dan disusun oleh Fadmin P. Malau, Koko Hendri Lubis dan M. Syukri Nasution, dengan kata pengantar oleh Rizali H. Nasution. 

Buku ini memuat dokumentasi tentang Lapangan Merdeka, Medan yang tidak sekedar lapangan biasa, namun memiliki sejarah penting di awal kemerdekaan RI. Saat ini banyak pihak yang mulai mengkhawatirkan hilangnya unsur sejarah itu, bahkan juga bagaimana sebuah lapangan seharusnya dibangun untuk kepentingan umum jangka panjang. Kembalikan Lapangan Merdeka, padaku.

foto: kulit buku "Lapangan Merdeka"

Lapangan Merdeka rentan mengalami kerusakan. Dan akan semakin mengurangi estetika, bila semakin banyak toko sekaligus tempat berjualan dibangun dengan motif untuk mengejar keuntungan semata.

Di buku ini dapat dilihat catatan tentang: Medan Tempo Doeloe, Sejarah Lapangan Merdeka, Lapangan Merdeka dan Lingkungannya, Kesaksian tentang Lapangan Merdeka, Bangunan dan Lokasi Bersejarah di Kota Medan.
Buku dapat diperoleh seharga Rp68.000, hubungi Yunda (0821 6050 9733)









DOKUMENTASI BUKU SINO-MALAY
Buku-buku Sino-Malay sesuai dengan foto-foto kulit buku berikut, dokumentasinya tersedia di BWS. Yang berminat untuk memiliki salinannya dapat menghubungi kami di bwsumatra@gmail.com 

 

 




TENTANG SURINAME
Dokumentasi buku dan non-buku yang tersedia di koleksi BWS menghasilkan sebuah tulisan hasil wawancaca J. Anto dengan Koko Hendri Lubis (wkl ketua) dan M. Syukri Nasution (wkl sekretaris), seperti dimuat oleh Harian Analisa (17/03/2019), kali ini tentang Suriname.

Minggu, 23 Agustus 2020

PENYERAHAN HADIAH PEMENANG LOMBA PENULISAN CERPEN, Fa HARRIS, 2020


foto: Suasana kegiatan penyerahan hadiah kepada pemenang dan Sertifikat kepada dewan juri.

        Naskah cerpen pemenang (6 naskah) dan 10 naskah lainnya yang dipilih oleh Dewan Juri, diterbitkan oleh BWS dan Fa Harris dengan judul Cinta Pertama Mandor Gendon (ISBN: 978-623-6639-00-9, tebal XXIV + 169 halaman, soft cover).

Berikut adalah sambutan Dr. Rizali Harris Nasution, Pendiri BWS pada penerbitan buku tersebut.    

"Sulit sekali melepaskan diri untuk tidak menulis (dan menerbitkan buku), sejak ayah meninggal pada tahun 1985. Namun tuntutan “perut” dan selembar ijazah profesi dokter yang dipegang, membuat keinginan menjadi penerbit yang profesional berorientasi bisnis harus dikubur dalam-dalam. Jadilah saya sebagai penulis dan penerbit “ecek-ecek”. Tanpa malu-malu harus diakui -yang ingin marah dipersilakan- bahwa dunia penulisan dan penerbitan buku di Indonesia, bukanlah sesuatu yang menjanjikan secara bisnis. Karena itulah ide untuk sebuah Lomba Penulisan Cerpen langsung saya sambar karena keinginan yang kuat untuk melihat dan menyalurkan keinginan menulis di kalangan masyarakat. Optimis? Tidak, sejak awal saya ragu apakah akan ada yang berminat. Karena itu target yang diharapkan hanya maksimal 50 naskah. Pandemi covid-19, turut membuat pesimisme ini menguat. Namun saya salah, ternyata jumlah naskah yang masuk mencapai 2 kali lipat. Wow, ternyata banyak silent writer di masyarakat kita.
Maka, sebagai bentuk apresiasi lebih tinggi, disusunlah buku ini. Kehadiran buku ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi Fa Harris dan Yayasan Badan Warisan Soematra (YBWS) untuk membuka simpul-simpul para penulis di Sumatra Utara sebagai saluran kecil untuk menunjukkan bahwa di Sumatra Utara kegiatan-kegiatan penulisan masih ada. Semoga harapan tidak sekedar harapan, tapi menjelma menjadi kenyataan. Terimalah sumbangsih kecil kami ini sebagai sebuah catatan tentang dunia penulisan, penerbitan, dan perbukuan di Sumatra Utara.
Salam takzim, salam literasi."

Acara berlangsung di Harris Memorial Training Centre (HMTC), Ds. Jaharun B, Galang, Deli Serdang, pada Kamis, 20 Agustus 2020. Hadir di acara ini Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumatra Utara, Co-founder Achilles Health Law, Direktur Kelompok Humaniora-Pokmas Mandiri, Dewan Juri dan undangan lain.

Kamis, 20 Agustus 2020

PENGUMUMAN PEMENANG dan PENYERAHAN HADIAH LOMBA PENULISAN CERPEN, Fa HARRIS, 2020

    Penyerahan Hadiah Pemenang Lomba Penulisan Cerpen, Fa Harris, 2020 telah berlangsung di Harris Memorial Training Centre (HMTC), Jaharun B, Galang, D. Serdang, pada kamis, 20 Agustus 2020. Acara singkat dan sederhana dengan menberapkan protokol kesehatan ini berlangsung di Aula HMTC dan dihadiri selain oleh pemenang dan Dewan Juri, juga oleh Pendiri KHP, Rizali H. Nasution dan Ibu. Turut hadir Ibu Endang Lestari (Direktur Kelompok Humaniora-Pokmas Mandiri), Bapak Doni Irfan Alfian (Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) SU), Redyanto Sidi dari Achilles Health Law Indonesia, Pengurus BWS, Pengurus Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing (PIDM) dan undangan lain.
        Untuk mengenang alm. Harris Muda Nasution, pendiri Fa Harris, dibuat pameran sederhana memamerkan buku-buku komik terbitan fa Harris dan buku lain yang ditulis oleh alm. Harris Muda Nasution yang cukup dikenal pada masanya seperti Sinar Pagi (pelajaran B. Indonesia untuk SD) danm lain-lain, 


Berikut adalah pengumuman pemenang Lomba Penulisan
Cerpen Fa Harris, 2020



Penyerahan hadiah kepada pemenang akan diadakan pada:
       
           Hari/tanggal: Kamis/20 Agustus 2020
           Pukul            : 10.00
           Tempat        : Harris Memorial Training Centre (HMTC), Ds. Jaharun B,
                                 Galang, D.Serdang

Hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan acara di atas akan disampaikan melalui e-mail ke masing-masing pemenang.

Pertanggung Jawaban Dewan Juri

Senin, 04 Mei 2020

LOMBA PENULISAN CERPEN Firma Harris, 2020

Download

Pengiriman naskah untuk lomba ini berakhir pada 30 April 2020, pukul 11.59. Penjurian  akan dilakukan sampai dengan 30 Juni 2020. Dewan juri akan memilih 16 nomine pemenang dan mereka yang dinyatakan menang akan diumumkan pada 18 Juli 2020 melalui blog YBWS dan media lain. Penyerahan hadiah akan diumumkan kemudian (diperkirakan September 2020). Terima kasih atas partisipasinya. 

Sampai saat ditutup, panitia telah menerima 128 naskah cerpen. Partisipasi yang cukup melegakan di tengah suasana pandemi covid-19, dan Ramadhan 1441 H, kami kembali mengucapkan terima kasih. Seperti diketahui Lomba Penulisan Cerpen ini dilaksanakan atas kerjasama YBWS dengan Firma Harris, sebuah penerbit legendaris yang cukup dikenal di era 1955 - 1970 sebagai Raja Komik di Indonesia. Firma Harris didirikan oleh (Alm) H. Harris Muda Nasution, seorang penerbit, pengarang dan wartawan.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor:
Bapak Dr Riza Hendrawan Nasution, SpOG dari Yayasan Dokter Rizali Harris Nasution
Bapak Dr. dr. Beni Satria, M.Kes, SH, MH(Kes) dan Bapak  Dr. Redyanto Sidi, SH, MH,  dari Achilles Health Law Indonesia (AHLI)
Ibu Endang Lestari, dari KSP Pokmas Mandiri
Bapak Nurmansyah dan Bapak Nurul Hadi, dari GBR-MF Institution
yang memungkinkan berlangsungnya Lomba Penulisan Cerpen, Firma Harris, 2020 ini

Tentang Firma Harris 
(seperti dikutip dari Lubis, K, Hendri. Taguan Hardjo, langsung dari dalam hati, FSR IKJ Press, Jakarta, 2016 dan diedit seperlunya)
foto: (Alm) H. Harris Muda Nasution
Firma Harris adalah salah satu penerbit yang konsisten menerbitkan komik. Pemiliknya adalah Harris Muda Nasution, orang Mandailing asal Hutapungkut. Dia mempunyai anak dua orang, yakni Maswati dan Rizali. Dia seorang pengusaha parlente, berjiwa jurnalis dan seorang aktifis Muhammadiyah, yang garis politiknya cenderung ke Partai Masyumi. 

Firma Harris berdiri sejak 1954. Kantornya terletak di jalan Bali, Gedung Olahraga no. 6. Firma Harris juga memiliki divisi usaha surat kabar, namanya Suluh Massa yang di dalamnya sering memuat cergam secara bersambung. Awalnya Suluh Massa mau dibuat harian, tetapi mengingat telah ada surat kabar populer seperti Waspada dan Mimbar Umum, Harris Muda Nasution mengubahnya menjadi mingguan. Obsesinya ingin membuat surat kabar yang separoh isinya berita, sisanya hiburan yang cenderung segar dan intelek. 

foto: salah satu komik terbitan Fa Harris
Foto: kulit buku Intan Baiduri

Senin, 02 Desember 2019

PUSAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI MANDAILING

PODA NA LIMA    

        Poda Na Lima itu  kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Lima Petuah. Petuah adalah warisan turun-temurun tentang konsep hidup. Isi dari poda na lima ini mengkisahkan tentang konsep perlunya menjaga kebersihan dalam kehidupan. Kebersihan disini dimaksudkan adalah kebersihan menyeluruh (jasmani dan rohani). Konsep Poda Na Lima yang berisi lima poin ini merupakan satu kesatuan yang harus bersatu dan disatukan. Tidak boleh satu-satu dikerjakan. Maksudnya, harus diterapkan semua poin, dari poin pertama hingga poin yang ke lima. Agar tercipta kebersihan yang baik dan seutuhnya atau sempurna sesuai dengan konsep ni halak hita ima “Poda Na Lima”.

1. Paias Roa mu (Bersihkan Hatimu).
Roa adalah bagian pertama dari Poda Na Lima yang harus kita paias. Kenapa harus roa yang pertama harus di bersihkan bukan rumah atau pakaian?, roa atau hati mempunyai peranaan yang paling besar dan dashyat di dalam tubuh manusia. Begitu pentingnya roa ini di dalam hidup dan kehidupan manusia, nabi besar Muhammad SAW pun bersabda: ” Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuhnya, dan apabila rusak, maka rusaklah seluruh amggota tubuhnya. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati manusia” (Hadist Riwayat Bukhori dam Muslim).
Menjaga kebersihan hati sangat penting bagi manusia sebagai mahluk yang paling sempurna dan mulia di muka bumi ini.  Jangan sampai kita bisa menjaga yang lainnya, sementara hati kita tidak bisa di bersihkan, akan sia-sia semuanya. Penyakit hati yang banyak di derita manusia adalah gut-gut. Gut-gut adalah salah satu jenis penyakit hati yang harus dibersihkan. Dia sangat berbahaya dan bisa meracuni dan mematikan hati kita yang bersih. Kita harus menjauhkan pikiran dari hal-hal negatif, berpikirlah selalu dengan positif. Jangan suka cemburu, iri dengki, sombong, menyakiti orang lain dan mementingkan diri sendiri. Dengan hati yang bersih hidup menjadi menjadi damai dan bahagia.

2. Paias Pamatangmu (Bersihkan Tubuhmu).
Setelah roa kita bersih dari segala macam jenis kotoran-kotoran negatif, kini saatnya kita membersihkan pamatang (tubuh) kita sendiri. Kebersihan tubuh meliputi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pengertian tubuh disini termasuk apa yang ada di alamnya ( apa yang kita makan Di dalam Islam, kebersihan tubuh sangatlah penting dan selalu dijaga. Apalagi hendak mau shalat harus lebih dahulu bersuci dan berwudhu. Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah. Kalau menurut arti syara’ berarti membersihkan anggota tubuh untuk menghilangkan hadast kecil. Dan wudhu adalah merupakan syarat sah dari kesempurnaan shalat.
Adapun salah satu cara membersihkan seluruh tubuh adalah dengan mandi (maridi). Mandi biasanya dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan petang. Dengan memakai sabun mandi yang sesuai dengan selera dan kebutuhan kita masing-masing. Kalau tubuh sudah bersih tentu akan menjadikan raga kan sehat. Raga yang sehat selalu berkaitan dengan jiwa seseorang. Bukankah kita selama ini sudah mengenal pepatah: “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula” . Dalam hal mandi, Islam pun selalu mewajibkan seseorang untuk mandi yang berguna untuk menghilangkan atau membersihkan hadast besar.

3. Paias Parabitonmu (Bersihkan Pakaianmu).
Tahap berikutnya setelah kita membersihkan roa dohot pamatang adalah membersihkan pakaian (parabiton). Parabiton meliputi seluruh aneka pakaian  yang kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian bersih menurut konteks ini adalah tidak semata-mata bersih saja tapi harus suci juga dalam pengertian bersih dari segala najis. Apalagi pakaian itu harus dikenakan untuk shalat atau beribadah. Allah berfirman yang artinya : “Dan bersihkanlah pakainmu (4) dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji (5)”  QS. Al-Muddattsir (74: 4-5). Ayat ini menyeruhkan agar semua ummat manusia segera membersihkan dan mensucikan pakaian dari segala kotoran dan najis. Dan hindarilah perbuatan kotor atau sirik. Kemudian Allah SWT juga berfirman: yang artinya: “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan” QS. Al-‘Araf (7:31). Di sini Allah menyuruh umat manusia agar perhiasan yang indah, yang sesuai dengan syariat Islam. Adapun yang dimaksud dengan pakaian yang indah atau bagus di sini adalah pakaian yang bersih, suci (dari najis) dan menutup aurat. Dan makan dan minumlah makanan yang baik (bergizi) dan halal, sebagian yang Allah rizkikan kepada kita semua. Dan janganlah berlebihan dan melampaui batas dalam berpakaian atau makan dan minuman.

4. Paias Bagasmu (Bersihkan Rumahmu).
Rumah atau bagas adalah tempat kita berlindung dari segala macam gangguan. Kita semua pasti sangat mendambakan rumah yang nyaman dan teduh. Sehingga kita pun senantiasa berusaha bagaimana menjadikan rumah itu sebagai tempat yang baik dan ideal untuk kita. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihannya. Buat apa rumah besar dan mentereng bak istana megah, namun di dalam dan luar ruangan rumahnya kotor dan berantakan. Biarlah rumah kita kecil mungil, tapi bersih dan nyaman untuk ditempati. Rumah yang bersih akan memberikan enerji positif kepada pemilik atau penghuni rumah itu, sehingga memberikan suasana yang nyaman, enak,bergairah dan damai. Dan sebaliknya rumah yang kotor, jorok dan berantakan akan menciptakan enerji yang negatif, sehingga membuat penghuninya malas, lesu dan gampang marah. Dan merasa tidak betah dan enak tinggal di rumah itu. Begitu pentingnya kenyamanan di dalam sebuah rumah, sehingga ada pepatah dari dunia Islam mengatakan“bayti jannati” yang artinya rumahku adalah surgaku dan pepatah yang lain mengatakan “rumahku adalah istanaku”. Kedua pepatah ini sama-sama mendambakan rumah yang penuh kenyamanan , keselarasan dan keharmonisan bagi si empunya rumah.

5. Paias Pakaranganmu (Bersihkan Pekaranganmu).
Setelah kita selesai paias roa, pamatang, parabiton dohot bagas, sekarang kita sampailah tahap yang terakhir, yaitu paias pakarangan atau (lingkungan)mu. Hal pertama yang harus kita bersihkan di sini adalah membersihkan pekarangan rumah kita dari segala jenis sampah dan kotoran yang datang dari luar maupun sampah kita sendiri. Hal yang kedua yang harus kita kerjakan setelah seluruh pekarangan rumah adalah menjaga kebesihan dan kerapian lingkungan di mana kita bertempat tinggal. Kita bisa gotong royong dengan tetangga atau masyarakat bahu-mambahu membersihkan lingkungan. Bisa diadakan misalnya seminggu atau sebulan sekali, tergantung kesepakatan bersama dalam satu lingkungan RT, RW, desa ataupun kampung.
Setelah kita bisa menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih indah berseri, sekarang mari kita ke tahap selanjutnya, yaitu giliran ketahap lingkungan yang lebih luas lagi. Yaitu lingkungan kita di mana saja berada, baik di rumah, desa, sawah, sungai, hutan, sekolah, pasar, laut, gunung dan di belahan bumi mana saja. Kita sebagai mahluk yang paling mulia di bumi ini, kitalah yang harus paling bertanggung jawab menjaga dan merawatnya agar tidak terjadi kerusakan-kerusakan pada lingkungan. Akan tetapi kenyataannya apa yang terjadi? Kita sebagai khalifah di muka bumi ini lupa diri, kita mengambil paksa kekayaan alam dengan semena-mena tanpa memperhatikan lingkungan. Kita tebangi pohon-pohon, kita bakar dan gunduli hutan-hutan, kita racuni ikan-ikan di sungai, danau dan laut. Kita gusur sawah-sawah yang membentang hijau dengan dalih pembangunan, dan masih banyak lagi perbuatan kita yang merusak alam. Allah berfirman :  “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum (30:41). Pada surah Ar-Rum ayat ini Allah telah mengisyaratkan bahwa memang benar telah terjadi keruskan di mana-mana, di darat, laut, dan udara oleh akibat tangan-tangan manusia yang super rakus dan tamak. Dan Allah pun ingin memberi peringatan kepada kita semua bahwa bencana yang terjadi di muka bumi ini, seperti longsor, banjir, kebakaran hutan dan lain sebagainya adalah akibat ulah manusia yang tidak tahu berterima kasih. Agar kita semua manusia kembali ke jalan yang benar dan tidak mengerjakan kemaksiatan dan pengerusakan lagi di muka bumi ini.
Demikianlah Konsep Poda Na Lima yang harus senantiasa kita laksanakan dan terapkan setiap saat dalam kehidupan kita. Manfaatnya begitu besar buat hidup dan kehidupan kita di dunia ini, bahkan hingga akhir nanti. Konsep Poda Na Lima membuktikan bahwa adat budaya masyarakat Tapanuli Selatan sangatlah tinggi nilai-nilai peradabannya. Oleh karena itu marilah kita laksanakan dan amalkan Poda Na Lima ini dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan nyata kita sehari-hari. Beberapa tahun yang lalu, masih banyak kita temui tulisan Poda Na Lima lengkap dengan isinya, baik di rumah, di batas-batas Desa, di sekolah-sekolah bahkan di kantor Pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Selatan ataupun di Kabupaten Mandailing Natal. Baru-baru ini penulis berkeliling di Kabupaten Mandailing Natal, Tulisan Poda Na Lima sudah agak sulit menemuinya, apakah ini berkaitan dengan bergesernya nilai-nilai moral dan etika masyarakat, terutama Naposo Nauli Bulung (muda-mudi). Mari kita jawab bersama dengan melihat keadaan sekitar kita. Mandailing terkenal dengan sumber ulama, kemana nilai-nilai agama yang berkaitan dengan adab, yang telah ditanamkan secara turun temurun oleh ompung kita, (baru 2 generasi) nilai-nilai moral/etika tersebut telah memudar. Untuk mengembalikan ini, tentu tidak semudah membalik telapak tangan, perlu waktu dan tenaga serta pengorbanan karena akan mengembalikan tatakrama/budaya  yang hampir hilang.  Usaha-usaha tersebut telah dimulai oleh Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing (PIDM) kelompok Humaniora-Pokmas Mandiri dibawah pimpinan Dr. Rizali H Nasution dengan mendirikan Perpustakaan dan Museum Kebudayaan, Sopo Sio Parsarimpunan Ni Tondi Mandailing, berisi buku-buku/naskah-naskah tentang Mandailing dan buku-buku umum serta Museum Mandailing di Desa Hutapungkut Jae Kec. Kotanopan Mandailing Natal, dengan Visi : Membangun masyarakat mandiri, sehat, cerdas, sejahtera dan berbudaya. Sejak 2012 Sopo ini berada di bawah manajemen Yayasan Badan Warisan Soematra (YBWS). Niat yang tulus dari sosok Dr. Rizali H. Nasution, yang telah memulai kerja keras berusaha untuk menggali kembali batang yang terendam pantas kita acungi jempol. Namun jika kita tidak ikut serta, sangat sulit merealisasikannya, kapan lagi, siapa lagi yang memulainya kalau tidak kita, karena kita yang dulu, kita yang sekarang dan kita juga yang akan datang. Karena saat ini banyak manusia yang tidak mementingkan kepatutan tingkah laku dan perbuatan dalam menjalankan  kehidupannya.  Sebenarnya masih ada resep yang dapat mengembalikannya jika kita mau melaksanakan dan mempraktekkannya terutama di rumah kita sebagai suatu lingkup terkecil tentu ini akan menyebar ke lingkungan dan lain sebagainya. (M. Syukri Nasuion)