Total Tayangan Halaman

Senin, 02 Desember 2019

PUSAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI MANDAILING

PODA NA LIMA    

        Poda Na Lima itu  kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Lima Petuah. Petuah adalah warisan turun-temurun tentang konsep hidup. Isi dari poda na lima ini mengkisahkan tentang konsep perlunya menjaga kebersihan dalam kehidupan. Kebersihan disini dimaksudkan adalah kebersihan menyeluruh (jasmani dan rohani). Konsep Poda Na Lima yang berisi lima poin ini merupakan satu kesatuan yang harus bersatu dan disatukan. Tidak boleh satu-satu dikerjakan. Maksudnya, harus diterapkan semua poin, dari poin pertama hingga poin yang ke lima. Agar tercipta kebersihan yang baik dan seutuhnya atau sempurna sesuai dengan konsep ni halak hita ima “Poda Na Lima”.

1. Paias Roa mu (Bersihkan Hatimu).
Roa adalah bagian pertama dari Poda Na Lima yang harus kita paias. Kenapa harus roa yang pertama harus di bersihkan bukan rumah atau pakaian?, roa atau hati mempunyai peranaan yang paling besar dan dashyat di dalam tubuh manusia. Begitu pentingnya roa ini di dalam hidup dan kehidupan manusia, nabi besar Muhammad SAW pun bersabda: ” Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuhnya, dan apabila rusak, maka rusaklah seluruh amggota tubuhnya. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati manusia” (Hadist Riwayat Bukhori dam Muslim).
Menjaga kebersihan hati sangat penting bagi manusia sebagai mahluk yang paling sempurna dan mulia di muka bumi ini.  Jangan sampai kita bisa menjaga yang lainnya, sementara hati kita tidak bisa di bersihkan, akan sia-sia semuanya. Penyakit hati yang banyak di derita manusia adalah gut-gut. Gut-gut adalah salah satu jenis penyakit hati yang harus dibersihkan. Dia sangat berbahaya dan bisa meracuni dan mematikan hati kita yang bersih. Kita harus menjauhkan pikiran dari hal-hal negatif, berpikirlah selalu dengan positif. Jangan suka cemburu, iri dengki, sombong, menyakiti orang lain dan mementingkan diri sendiri. Dengan hati yang bersih hidup menjadi menjadi damai dan bahagia.

2. Paias Pamatangmu (Bersihkan Tubuhmu).
Setelah roa kita bersih dari segala macam jenis kotoran-kotoran negatif, kini saatnya kita membersihkan pamatang (tubuh) kita sendiri. Kebersihan tubuh meliputi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pengertian tubuh disini termasuk apa yang ada di alamnya ( apa yang kita makan Di dalam Islam, kebersihan tubuh sangatlah penting dan selalu dijaga. Apalagi hendak mau shalat harus lebih dahulu bersuci dan berwudhu. Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah. Kalau menurut arti syara’ berarti membersihkan anggota tubuh untuk menghilangkan hadast kecil. Dan wudhu adalah merupakan syarat sah dari kesempurnaan shalat.
Adapun salah satu cara membersihkan seluruh tubuh adalah dengan mandi (maridi). Mandi biasanya dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan petang. Dengan memakai sabun mandi yang sesuai dengan selera dan kebutuhan kita masing-masing. Kalau tubuh sudah bersih tentu akan menjadikan raga kan sehat. Raga yang sehat selalu berkaitan dengan jiwa seseorang. Bukankah kita selama ini sudah mengenal pepatah: “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula” . Dalam hal mandi, Islam pun selalu mewajibkan seseorang untuk mandi yang berguna untuk menghilangkan atau membersihkan hadast besar.

3. Paias Parabitonmu (Bersihkan Pakaianmu).
Tahap berikutnya setelah kita membersihkan roa dohot pamatang adalah membersihkan pakaian (parabiton). Parabiton meliputi seluruh aneka pakaian  yang kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian bersih menurut konteks ini adalah tidak semata-mata bersih saja tapi harus suci juga dalam pengertian bersih dari segala najis. Apalagi pakaian itu harus dikenakan untuk shalat atau beribadah. Allah berfirman yang artinya : “Dan bersihkanlah pakainmu (4) dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji (5)”  QS. Al-Muddattsir (74: 4-5). Ayat ini menyeruhkan agar semua ummat manusia segera membersihkan dan mensucikan pakaian dari segala kotoran dan najis. Dan hindarilah perbuatan kotor atau sirik. Kemudian Allah SWT juga berfirman: yang artinya: “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan” QS. Al-‘Araf (7:31). Di sini Allah menyuruh umat manusia agar perhiasan yang indah, yang sesuai dengan syariat Islam. Adapun yang dimaksud dengan pakaian yang indah atau bagus di sini adalah pakaian yang bersih, suci (dari najis) dan menutup aurat. Dan makan dan minumlah makanan yang baik (bergizi) dan halal, sebagian yang Allah rizkikan kepada kita semua. Dan janganlah berlebihan dan melampaui batas dalam berpakaian atau makan dan minuman.

4. Paias Bagasmu (Bersihkan Rumahmu).
Rumah atau bagas adalah tempat kita berlindung dari segala macam gangguan. Kita semua pasti sangat mendambakan rumah yang nyaman dan teduh. Sehingga kita pun senantiasa berusaha bagaimana menjadikan rumah itu sebagai tempat yang baik dan ideal untuk kita. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kebersihannya. Buat apa rumah besar dan mentereng bak istana megah, namun di dalam dan luar ruangan rumahnya kotor dan berantakan. Biarlah rumah kita kecil mungil, tapi bersih dan nyaman untuk ditempati. Rumah yang bersih akan memberikan enerji positif kepada pemilik atau penghuni rumah itu, sehingga memberikan suasana yang nyaman, enak,bergairah dan damai. Dan sebaliknya rumah yang kotor, jorok dan berantakan akan menciptakan enerji yang negatif, sehingga membuat penghuninya malas, lesu dan gampang marah. Dan merasa tidak betah dan enak tinggal di rumah itu. Begitu pentingnya kenyamanan di dalam sebuah rumah, sehingga ada pepatah dari dunia Islam mengatakan“bayti jannati” yang artinya rumahku adalah surgaku dan pepatah yang lain mengatakan “rumahku adalah istanaku”. Kedua pepatah ini sama-sama mendambakan rumah yang penuh kenyamanan , keselarasan dan keharmonisan bagi si empunya rumah.

5. Paias Pakaranganmu (Bersihkan Pekaranganmu).
Setelah kita selesai paias roa, pamatang, parabiton dohot bagas, sekarang kita sampailah tahap yang terakhir, yaitu paias pakarangan atau (lingkungan)mu. Hal pertama yang harus kita bersihkan di sini adalah membersihkan pekarangan rumah kita dari segala jenis sampah dan kotoran yang datang dari luar maupun sampah kita sendiri. Hal yang kedua yang harus kita kerjakan setelah seluruh pekarangan rumah adalah menjaga kebesihan dan kerapian lingkungan di mana kita bertempat tinggal. Kita bisa gotong royong dengan tetangga atau masyarakat bahu-mambahu membersihkan lingkungan. Bisa diadakan misalnya seminggu atau sebulan sekali, tergantung kesepakatan bersama dalam satu lingkungan RT, RW, desa ataupun kampung.
Setelah kita bisa menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih indah berseri, sekarang mari kita ke tahap selanjutnya, yaitu giliran ketahap lingkungan yang lebih luas lagi. Yaitu lingkungan kita di mana saja berada, baik di rumah, desa, sawah, sungai, hutan, sekolah, pasar, laut, gunung dan di belahan bumi mana saja. Kita sebagai mahluk yang paling mulia di bumi ini, kitalah yang harus paling bertanggung jawab menjaga dan merawatnya agar tidak terjadi kerusakan-kerusakan pada lingkungan. Akan tetapi kenyataannya apa yang terjadi? Kita sebagai khalifah di muka bumi ini lupa diri, kita mengambil paksa kekayaan alam dengan semena-mena tanpa memperhatikan lingkungan. Kita tebangi pohon-pohon, kita bakar dan gunduli hutan-hutan, kita racuni ikan-ikan di sungai, danau dan laut. Kita gusur sawah-sawah yang membentang hijau dengan dalih pembangunan, dan masih banyak lagi perbuatan kita yang merusak alam. Allah berfirman :  “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum (30:41). Pada surah Ar-Rum ayat ini Allah telah mengisyaratkan bahwa memang benar telah terjadi keruskan di mana-mana, di darat, laut, dan udara oleh akibat tangan-tangan manusia yang super rakus dan tamak. Dan Allah pun ingin memberi peringatan kepada kita semua bahwa bencana yang terjadi di muka bumi ini, seperti longsor, banjir, kebakaran hutan dan lain sebagainya adalah akibat ulah manusia yang tidak tahu berterima kasih. Agar kita semua manusia kembali ke jalan yang benar dan tidak mengerjakan kemaksiatan dan pengerusakan lagi di muka bumi ini.
Demikianlah Konsep Poda Na Lima yang harus senantiasa kita laksanakan dan terapkan setiap saat dalam kehidupan kita. Manfaatnya begitu besar buat hidup dan kehidupan kita di dunia ini, bahkan hingga akhir nanti. Konsep Poda Na Lima membuktikan bahwa adat budaya masyarakat Tapanuli Selatan sangatlah tinggi nilai-nilai peradabannya. Oleh karena itu marilah kita laksanakan dan amalkan Poda Na Lima ini dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan nyata kita sehari-hari. Beberapa tahun yang lalu, masih banyak kita temui tulisan Poda Na Lima lengkap dengan isinya, baik di rumah, di batas-batas Desa, di sekolah-sekolah bahkan di kantor Pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Selatan ataupun di Kabupaten Mandailing Natal. Baru-baru ini penulis berkeliling di Kabupaten Mandailing Natal, Tulisan Poda Na Lima sudah agak sulit menemuinya, apakah ini berkaitan dengan bergesernya nilai-nilai moral dan etika masyarakat, terutama Naposo Nauli Bulung (muda-mudi). Mari kita jawab bersama dengan melihat keadaan sekitar kita. Mandailing terkenal dengan sumber ulama, kemana nilai-nilai agama yang berkaitan dengan adab, yang telah ditanamkan secara turun temurun oleh ompung kita, (baru 2 generasi) nilai-nilai moral/etika tersebut telah memudar. Untuk mengembalikan ini, tentu tidak semudah membalik telapak tangan, perlu waktu dan tenaga serta pengorbanan karena akan mengembalikan tatakrama/budaya  yang hampir hilang.  Usaha-usaha tersebut telah dimulai oleh Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing (PIDM) kelompok Humaniora-Pokmas Mandiri dibawah pimpinan Dr. Rizali H Nasution dengan mendirikan Perpustakaan dan Museum Kebudayaan, Sopo Sio Parsarimpunan Ni Tondi Mandailing, berisi buku-buku/naskah-naskah tentang Mandailing dan buku-buku umum serta Museum Mandailing di Desa Hutapungkut Jae Kec. Kotanopan Mandailing Natal, dengan Visi : Membangun masyarakat mandiri, sehat, cerdas, sejahtera dan berbudaya. Sejak 2012 Sopo ini berada di bawah manajemen Yayasan Badan Warisan Soematra (YBWS). Niat yang tulus dari sosok Dr. Rizali H. Nasution, yang telah memulai kerja keras berusaha untuk menggali kembali batang yang terendam pantas kita acungi jempol. Namun jika kita tidak ikut serta, sangat sulit merealisasikannya, kapan lagi, siapa lagi yang memulainya kalau tidak kita, karena kita yang dulu, kita yang sekarang dan kita juga yang akan datang. Karena saat ini banyak manusia yang tidak mementingkan kepatutan tingkah laku dan perbuatan dalam menjalankan  kehidupannya.  Sebenarnya masih ada resep yang dapat mengembalikannya jika kita mau melaksanakan dan mempraktekkannya terutama di rumah kita sebagai suatu lingkup terkecil tentu ini akan menyebar ke lingkungan dan lain sebagainya. (M. Syukri Nasuion)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar